• May 16, 2024
  • Last Update May 15, 2024 2:00 pm
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Evaluasi Penanganan Covid-19 Secara Virtual, Bupati Lotim Perintah Sekda dan Kadikes Tingkatkan Tracing Sehingga Pandemi Corona Mengalami Penurunan

Evaluasi Penanganan Covid-19 Secara Virtual, Bupati Lotim Perintah Sekda dan Kadikes Tingkatkan Tracing Sehingga Pandemi Corona Mengalami Penurunan

Lotim sergapye—Pandemi covid19 yang tak kunjung berhenti penyebarannya di NTB membuat Gubernur dan bupati/walikota di daerah ini kembali merapatkan barisan guna menyeragamkan sikap cara penanganannya.

Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi Sjamsuddin mengikuti rapat evaluasi penanganan Covid-19 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara virtual pada Senin, 16 Agustus 2021.

Rapat tersebut diikuti seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB berserta jajaran Forkopimda.

Rapat yang diinisiasi Polda NTB dan dihadiri pula Danrem 162/ WB tersebut memberikan penekanan terhadap sejumlah poin. Di antaranya adalah konsolidasi data. Pembaharuan data dinilai penting guna mengetahui kondisi riil, termasuk sebagai upaya peningkatan upaya tracing, testing, dan treatment (3T).

Terkait 3T ini, diharapkan adanya peningkatan sehingga provinsi NTB yang saat ini berada pada level 3 dapat bertahan bahkan bila perlu bergerak menuju level 2.

Gubernur NTB, H. Zulkeflimansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bupati/Walikota atas keberhasilan pengendalian covid-19 di daerah ini.

Gubernur juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dan sinergisitas yang terjalin dengan jajaran Forkopimda.

Menurut Gubernur, Kondisi covid19, sesuai data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, hampir semua indikator dasar capaiannya berada di bawah level nasional, kecuali untuk angka kematian (CFR) yang berada di angka 3,1.

Yang juga menjadi penekanan adalah pentingnya keberadaan Posko PPKM dan tempat isolasi terpusat (isoter) sebagai upaya antisipasi lonjakan kasus. Seturut dengan itu efektivitas serta kinerja tenaga kesehatan, termasuk fasilitas kesehatan seperti Puskesmas juga didorong untuk dapat mengimbangi gerak Babinkamtibmas dan Babinsa dalam upaya tracing dan tracking.

Selain itu penertiban protokol kesehatan juga harus dilakukan. ASN diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam promosi penegakan protokol kesehatan tersebut. OPD diminta pula melakukan pemantauan sesuai dengan pos-pos penugasannya.

Gubernur juga meminta kesiapan seluruh kabupaten/ kota untuk percepatan vaksinasi yang rencananya akan segera dilaksanakan. Hal tersebut sebagai upaya mencapai 70 persen cakupan vaksinasi di kawasan NTB yang merupakan kawasan destinasi wisata super prioritas. Terlebih menjelang pelaksanaan event Superbike yang dijadwalkan berlangsung November mendatang di Sirkuit Mandalika.

Menindaklanjuti rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengalihkan Posko Satgas ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bupati menegaskan agar seluruh komponen yang terlibat memiliki perwakilannya masing-masing di Posko tersebut agar konsolidasi dapat dilakukan secara optimal.

Sementara itu untuk lokasi Isoter, di samping Rusunawa di Labuhan Lombok, Pemda memproyeksikan penambahan isoter di LLK. Kebutuhan oksigen juga menjadi pertimbangan, kendati hingga saat ini kebutuhan oksigen disebut masih mencukupi.

Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy memerintahkan Sekda dan Kadinkes yang hadir untuk peningkatan tracing. Diharapkan kasus covid-19 di Lombok Timur dapat terus mengalami penurunan seperti ditunjukkan dalam beberapa waktu terakhir.*

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *