• February 4, 2023
  • Last Update February 4, 2023 12:17 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Pekerja Kontrak Teluk Awang Ditemukan Meninggal dalam Mess

Pekerja Kontrak Teluk Awang Ditemukan Meninggal dalam Mess

Loteng Sergapye—- Seorang pekerja pelabuhan Teluk Awang ditemukan meninggal dunia  di Mess PPI pelabuhan teluk awang, Desa persiapan Awang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tenga sekitar pukul 07.00 WITA, Senin (28/11).

Kapolres Lombok Tengah  melalui Kapolsek Kawasan Mandalika AKP I Made Dimas Widiantara,  membenarkan hal tersebut dan menyampaikan identitas korban atas nama Haris Murfi , laki-laki, 35 tahun yang merupakan pekerja kontrak pelabuhan teluk awang beralamat Desa Sukaraja, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.

Kronologis kejadiannya, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Ahmad Fauzi dan merupakan rekan kerja korban, pada Senin 28 November 2022 sekitar pukul 06.00 wita,

Berawal saat saksi selesai melakukan pendataan terhadap para nelayan kecil di Dermaga pelabuhan Awang dan kembali ke mess untuk mandi.

Karena pada saat itu pintu mess dalam keadaan terkunci dari dalam, kemudian saksi mengintip lewat jendela dan melihat korban sedang tergeletak di lantai ruang tengah dan tidak merespon panggilan dari saksi.

Kemudian saksi memanggil warga sekitar dan menghubungi pihak Polsek Kawasan Mandalika.

Menerima informasi kejadian tersebut anggota Polsek Kawasan Mandalika bersama Sat Polairud dan Babinpormar Posal Lanal Mataram segera menuju lokasi, setelah sampai di lokasi, karena pintu Mess terkonci dari dalam kemudian dilakukan pendobrakan.

Setelah masuk kedalam kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kemudian Kapolsek Kawasan Mandalika langsung menghubungi Tim Inafis Polres Lombok Tengah untuk dilakukan identifikasi dan olah TKP terhadap korban.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Awang untuk dilakukan pemeriksaan medis oleh Dokter.

Dari hasil pemeriksaan Dokter ditemukan luka lecet pada jari manis tangan kanan dengan ukuran lebih 1 mm sejumlah dua goresan.

Setelah dilakukan koordinasi dengan keluarga korban, pihak keluarga menolak untuk dilakukan Outopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan.

“Korban pernah mengeluh kepada saksi terkait penyakit sesak nafas yang dideritanya” Kata  Dimas.*

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *