• March 4, 2024
  • Last Update March 3, 2024 4:09 pm
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Jurnalis Muda FJLT Bersinergi dengan Pemerintah Bangun Pariwisata

Jurnalis Muda FJLT Bersinergi dengan Pemerintah Bangun Pariwisata

Lotim Sergapye -Para jurnalis muda yang tergabung Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) terus menunjukkan eksistensinya dalam membangun daerah melalui goresan penanya.

Sebagai atensi terhadap perkembangan pariwisata di Lombok Lombok Timur dan NTB pada umumnya, FJLT melakukan inisiasi dengan menggelar pojok jurnalis ke-11  mengangkat tema “Peran Media Dalam Pembangunan Wisata”

Pojok jurnalis tahun 2023 FJLT tersebut di gelar di Wisma Soerdjono, Desa TeteBatu, Lombok Timur, pada Minggu (19/2/2023).

Dengan mengundang Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Malady, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur Iswan Rakhmadi, Anggota Komisi II DPRD Provinsi NTB Rahadian Soedjono, dan Ketua DPD HPI NTB Ainuddin sebagai narasumber utama.

Membuka acara diskusi, Anggota Komisi II DPRD NTB Rahadian Soedjono menyampaikan kondisi Pariwisata NTB, khusunya di pulau Lombok.

Dikatakannya, Lombok NTB saat ini masuk dalam kategori nomor 20 dengan kunjungan wisata terpopuler di dunia.

Hal tersebut mengharuskan pemerintah provinsi maupun daerah harus berbenah, khususnya dalam segi perbaikan infrastruktur hingga regulasi.

Namun yang tak kalah pentingnya adalah didalamnya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Bagaimana kita mempersiapkan diri menyambut kepariwisataan di daerah kita ini?. Satu yang kita lihat, yaitu SDM yang kita miliki di bidang wisata harus di tingkatkan,” ucapnya.

Olehkarenanya, menurutnya peran media dalam kapasitasnya menjadi pendidik sangat di perlukan

Hingga saat ini kata dia, tugas media dalah menularkan kepada pelaku wisata termasuk disekitar destinasi wisata, bagaimana menerima wisata ini dengan baik.

Artinya, yang terpenting adalah bagaimana memberikan rasa nyaman kepada wisatawan yang berkunjung ke wisata tersebut.

“Seperti di TetetBatu, satu hal yang jarang diketahui bahwa masyarakat di TeteBatu sangat ramah terhadapa wisatawan, dan kalau dia bertemu tidak pernah tidak menyapa,”

“Ini salah satu peran serta masyarakat walaupun tidak berkecimpung langsung pada dunia wisata itu sendiri,” terangnya.

Disatu sisi, Kadis Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady menyampaikan peran media penting, mengingat dunia digital saat ini begitu mudahnya orang mencari informasi.

“Begitupun informasi terkait wisata, orang jika ingin mengetahui tentang wisata, tinggal kita klik, kita sudah bisa melihat wisata di ujung dunia sekalipun,” tuturnya.

Untuk itu, apapun yang disampaikan media dengan kemajuan digital saat ini hal tersebut akan sangat cepat sampai kepada masyarakat.

“Apa yang disampaikan dengan kemajuan wisata kita di dunia maya maka akan banyak wisatawan yang akan berdatangan ke NTB khusus di Lombok Timur,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, saat ini di NTB ada 10 event internasional, Lombok menjadi daerah dengan event internasional terbanyak di Indonesia.

Untuk mensukseskan beragam event tersebut tentu peran media menjadi satu hal yang sangat di perlukan.

“Kita harapkan, semua harus bersinergi, utamanya bagi media, tampa hadirnya media maka apa yang kami rencanakan tidak akan mungkin sampai di wisatawan,” imbuhnya.

Begitupun dengan Kadispar Lombok Timur, Iswan Rakhmadi yang mengatakan, media juga harus bijaksana.”Pers dan media harus bijaksana, artinya media harus melihat pemberitaan bagi kepentingan banyak pihak dalam hal ini masyarakat, bukan personal,” katanya.

Mengingat juga saat ini, perkembangan wisata di Lombok, khususnya Lombok Timur, tantanganyya adalah SDM.

“Menurut saya, kalau dari instrumen wisata itu sudah pada jalur, tapi permasalahan kita ada pada SDMnya baik eksternal dan internal,” kata dia.

Pada tahun 2023 ini pihaknya akan kembangkan SDM di Lombok Timur, dengan semuanya harus sudah tersertifikasi.

Caranya, Dispar Lombok Timur sudah bekerjasama dengan Balai Latihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP).

Namun permasalahan yang muncul saat ini adalah pandangan yang baik dari tamu yang masih kurang di pelaku wisata.

“Karena pada dasarnya, alam yang baik itu tidak akan optimal jika wisatawan tidak nyaman untuk berkunjung ke sana,” Kata Iswan.(bayu)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *