• May 19, 2024
  • Last Update May 19, 2024 12:35 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Gila.. Kasus Pelecehan Seksual di Lotim Makin Meresahkan

Gila.. Kasus Pelecehan Seksual di Lotim Makin Meresahkan

Lotim sergapye—Gila, ungkapan ini pantas disematkan terhadap terjadinya pelecehan seksual yang marak  saat kaum Muslim melaksanakan ibadah puasa. Kesucian bulan ramdhan seolah ternodai oleh perlakuan beberapa gelintir warganya.

Ironis kejadian ini secara beruntung terjadi mulai dari kasus mahasiswa sebuah perguruan tinggi menyetubuhi seorang siswi SMP di sebuah kos kosan di Desa Anjani.

Lebih menghebohkan lagi seorang pimpinan pesantren di Desa Sikur ketahuan melakukan pelecehan seksual terhadap santrinya. Pemerkosaan siswi SMP dan santri tersebut dilaporkan oleh orang tua korban ke aparat kepolisian setempat.

Tidak berselang kemudian masyarakat dikejutkan kan oleh  perbuatan asusila yang dilakukan oknum guru sebuah SMA di Kecamatan Keluar yang mempekosa siswinya.

Terbaru, lagi lagi masyarakat dikejutkan terjadinya kasus asusila, seorang siswi SMP berusia 14 tahun digilir tiga pemuda. Gadis malang ini diperkosa secara bergilir di rumah salah seorang pelaku yang merupakan keluarga korban.

Keluarga korban tidak menerima perlakuan tersebut, aksi berutal tiga pria yang memperkosa anaknya secara berganti membuat nya murka, dan kasus itu dilapor ke polisi.

Menurut pengakuan korban, kejadian itu berawal saat korban bertemu diluar rumah pada malam hari dengan salah seorang pelaku yang merupakan keluarga korban . Karena sudah larut malam,  korban meminta untuk meminjam HP pelakau korban guna  menghubungi kakaknya. Sayang saat dihubungi, kontak sangat kakak tidak nyambung sehingga pelaku menawarkan korban menginap di rumahnya.

Tawaran pelaku untuk menginap di rumahnya ditolak korban, namun pelaku yang masih ada tubuh keluarga tetap membujuk hingga akhirnya korban menginap di rumah pelaku. Kesempatan menginap dan berdua an itu dimanfaatkan untuk melakukan persetubuhan paksa. Meski korban menolak untuk melakukan zina, pelaku  kemudian memaksa dengan megncam korban.

Merasakan dibawah tekanan dan ancaman, korbanpun tak berdaya digerayangi tubuhnya meski tetap berontak dan bertahan menjaga kesuciannya.

Saat memperkosa korban, secara kebetulan mlaam itu datang dua teman pelaku ke rumah tersebut. Celakanya lagi dua pelajaran tersebut ikut melakukan perbuatan layak suami istri itu secara bergantian.

Menginap semalaman dan  pasrah diperkosa bergantian, paginya korban pulang ke rumahnya. Peristiwa tersebut kemudian diceritakan korban kepada keluarga nya.

Kasus itu sudah dilaporkan dan dibenarkan Kapolres Lotim  melalui Kasi Humas Polres Lotim,Iptu Nicolas Oesman.“Kami sudah menerus laporan dugaan pelecehan seksual, Korban bersama orangtuanya datang melapor ke SPKT Polres Lotim,” katanya.

Perbuatan para tersangka patut dihukum berat, warga berharap adanya keadilan dari korban dan keluarga nya. Kita tunggu saja proses hukumnya, kata Nikolas kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. (Bayu)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *