• May 19, 2024
  • Last Update May 19, 2024 12:35 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Desa Bertikai di Loteng Kondusif, Aparat Keamanan Tetap Siaga

Desa Bertikai di Loteng Kondusif, Aparat Keamanan Tetap Siaga

Loteng sergapye— Dia desa yang bentrok di Lombok Tengah yakni Desa Segala Anyar dan Desa Ketara Kecamatan Pujut mulai kondusif. Kendati demikian aparat kepolisian dan  personil TNI tetap bersiaga mengantisipasi hal tidak diinginkan.

Seperti diketahui beberapa hari lalu Polres Lombok Tenga berhasil menghalau massa Desa Ketare yang ingin melakukan penyerangan ke Dusun Kadek Desa Segala Anyar  di Jalan Bypass BIL – Mandalika. .

Polres Lombok Tengah di bantu personel BKO dari Satuan Brimob Polda NTB berhasil memukul mundur massa dari Desa Ketare yang ingin melakukan penyerangan ke Desa Segala Anyar,. Hal itu dibenarkan Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat Selasa 20 Pebruari lalu.

Iwan mengatakan sekitar pukul 10.00 wita ratusan massa dari Desa Ketare dengan menggunakan sejata tajam berkumpul di jalan Bypass BIL – Mandalika untuk melakukan penyerangan. Massa kemudian berhasil di halau oleh barikade polisi.

“Kami lakukan langkah tegas terukur disamping negosiasi dengan tembakan peringatan dan tembakan flashball untuk membubarkan konsentrasi massa yang berkumpul,” ujar Iwan.

Penyerangan yang akan dilakukan oleh massa Desa Ketare hari ini di picu lantaran aksi yang sebelumnya pecah antara massa Desa Ketare dengan massa Desa Segala Anyar, Rabu (7/2) minggu lalu.

Iwan meminta agar masyarakat bisa menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak Kepolisian.

“Saya meminta kepada saudara saya masyarakat Desa Ketare jangan terprovokasi, serahkan kepada kami sebagai aparat penegak hukum, kasih kami waktu untuk menyelesaikan kasus ini,” tegas Iwan.

Terakhir Iwan menyampaikan agar masyarakat Kabupaten Lombok Tengah khususnya masyarakat Desa Ketare untuk menghentikan aksi tersebut.

“Kasian masyarakat kita akibat dari kejadian ini banyak masyarakat yang terganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat tidak bisa bertani di area ini karena ketakutan dan juga anak-anak kita yang masih sekolah menjadi trauma akibat kejadian ini,” tutup Iwan.

Untuk situasi saat ini di lokasi dalam keadaan kondusif karena masa sudah bubar dan pulang ke rumahnya masing-masing. Personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan di lokasi untuk mencegah terjadinya penyerangan susulan.(Batur)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *