• April 16, 2024
  • Last Update April 16, 2024 11:59 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Pengamanan Pemilu Polda NTB Gelar Simulasi Anti Rusuh

Pengamanan Pemilu Polda NTB Gelar Simulasi Anti Rusuh

Mataram sergapye— untuk kesiapan Pengamanan Pemilu 2024, Polda NTB menyelenggarakan simulasi Pengamanan Sistem Keamanan Kota (Sispamkota) yang berlangsung di Jalan pejanggik depan Hotel Santika Kota Mataram, Jum’at (24/11/2023).

Simulasi tersebut disaksikan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Pj Gubernur NTB, Kepala Kesbangpol NTB, Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Kejati NTB, Kejari Mataram, Ketua KPU Provinsi NTB dan Kota Mataram, Ketua Bawaslu NTB dan Kota Mataram, segenap PJU Polda NTB, wali kota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, segenap Kapolres/ta Se Jajaran Polda NTB, serta para undangan tokoh masyarakat, Tokoh Agama, tokoh politik .

Selesai mengikuti simulasi Kapolda NTB Irjen Pol Drs. R. Umar Faroq mengatakan Simulasi yang baru saja disaksikan merupakan bentuk kesiapan dari personil Polri, TNI dan Pemerintah dalam melakukan pengamanan Pemilu 2024 mendatang di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dikatakan  Personil Polri yang terlibat dalam pengamanan Pemilu 2024 di seluruh NTB berjumlah 8000, kemudian dari unsur TNI sekitar 2.500 baik dari TNI AD, AL maupun AU. Personel tersebut nantinya akan dibantu oleh personel dari unsur Pemerintah.

Dalam simulasi tersebut beberapa adegan di peragakan mulai dari adanya sekelompok yang protes di TPS, Demonstrasi di Gedung pemerintah sampai kepada adanya penjarahan serta teror bom.

“Seluruh peristiwa tersebut personil Pengamanan telah mempertontonkan pola dan cara bertindak pada saat terjadinya peristiwa yang dipersiapkan lewat peragaan tersebut. Seluruh tindakan yang dilakukan oleh petugas pengaman sudah sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah,”tegasnya.

“Seperti yang kita saksikan bersama bahwa tindakan tegas terukur akan dilakukan bilamana situasi sudah dalam kategori zona merah atau sudah anarkis dan telah melanggar ketentuan,”ucapnya.

“Kita tentu berharap bahwa peristiwa yang kita simulasi tersebut tidak terjadi di NTB selama proses pesta demokrasi atau pemilu. Namun demikian kita musti mempersiapkan langkah-langkah yang akan diambil bilamana terjadi demikian,”tutupnya.(bayu)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *