• September 25, 2022
  • Last Update September 25, 2022 9:55 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Cara Unik Warga Danger Rayakan 17 Agustus, Apel di Sawah Tiang Bendera dari Pohon Pisang dan Bambu

Cara Unik Warga Danger Rayakan 17 Agustus, Apel di Sawah Tiang Bendera dari Pohon Pisang dan Bambu

Unik! Upacara HUT ke-77 RI di Dusun Danger Utara di Tengah Sawah, Tiang Bendera dari Pohon Pisang dan Bambu

Lotim sergapye – Masyarakat Dusun Danger Utara, Desa Danger Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merayakan Perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus dengan cara cukup unik. Momen pengibaran bendera 17 Agustus tidak digelar di lapangan layaknya peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ditempat lain.

Tapi warga dusun ini melakukannya ditengah sawah dengan cara sangat sederhana tapi berlangsung Khidmat.

Bentangan Bendera Merah Putih berkibar dengan gagah meskipun tiang dibuat dari batang pohon pisang dan bambu diiringi lantunan lagu Indonesia Raya. Peserta upacara begitu semangat mengikut upacara kemerdekaan yang berjalan sederhana tersebut.

Layaknya upacara pada umumnya, dalam kegiatan ini juga ada petugas dan peserta upacara yang terdiri dari petani, peternak, ibu tangga hingga anak-anak. Tak ketinggalan remaja Masjid selaku petugas upacara memakai pakaian adat Sasak.

Dengan adanya semangat kemerdakaan para petani tersebut, diharapkan seluruh masyarakat di penjuru Indonesia merasakan kemerdekaan yang sama. Khususnya masyarakat Dusun Danger Utara, Desa Danger Kecamatan Masbagik.

“Tiang bendera dibuat dari pohon pisang dan bambu karena memiliki makna dalam perjuangan rakyat Indonesia waktu itu,”terang Humaidi selaku Kepala Dusun Danger Utara, Desa Danger Kecamatan Masbagik.

Sementara peserta upacara berasal dari masyarakat umum, baik petani, peternak, ibu rumah tanggal hingga anak anak bertujuan supaya masyarakat turut merasakan momentum HUT Kemerdekaan RI yang saat ini berusia 77 tahun. Bahkan beberapa masyarakat di Dusun Danger Utara yang usianya 80 tahun lebih turut hadir pada proses upacara ini.

“Masyarakat begitu bersemangat dan antusias mengikuti upacara HUT ke -77 RI yang sederhana. Inilah yang menjadi tujuan kita karena masyarakat yang usianya 80 tahun lebih menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan bisa merasakan kembali melalui upacara ini,” Ujarnya.(bayu)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.