Lotim Sergapye –
Alunan Budaya Desa Pringgasela membuka satu dekade perhelatan tahunannya dengan Car Free Day pada Ahad (19/7). Kegiatan yang dipusatkan di sekitar Tugu Juang Pringgasela Raya (Tugu Mopra) tersebut diisi berbagai kegiatan, salah satunya jalan santai.
Jalan santai tersebut dilepas langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya.
Sebelum melepas peserta, Wabup menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat Pringgasela. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa Pringgasela tidak hanya memiliki keistimewaan dengan kain tenun yang indah, melainkan juga kompak dalam menjaga adat dan budayanya.
“Pemerintah daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif berbasis kemasyarakatan seperti ini. Karena pembangunan Lombok Timur tidak akan berjalan lancar tanpa adanya masyarakat yang sehat, rukun, dan optimis seperti warga Pringgasela,” ungkapnya.
Wabup Edwin menilai momen jalan sehat tidak hanya memberikan manfaat sehat jasmani. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, mempererat kebersamaan dan persaudaraan. Aktivitas fisik seperti jalan sehat juga disebutnya dapat mendatangkan kebahagiaan, apalagi dengan adanya doorprize bagi peserta yang beruntung.
Karena itu Wabup mengajak seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan sepanjang rute yang dilalui, dan tentunya menikmati kebersamaan dengan gembira.
Alunan Budaya Desa Pringgasela tahun 2026 yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) ini mengusung tema _Srimananti_. Tema tersebut merepresentasikan harapan, peran perempuan, dan identitas tenun khas Pringgasela.
