• February 27, 2024
  • Last Update February 26, 2024 7:58 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Sekda: Kurangnya Informasi Iklim dan Cuaca Berdampak ke Produk Pertanian

Sekda: Kurangnya Informasi Iklim dan Cuaca Berdampak ke Produk Pertanian

Lotim sergapye—-Informasi iklim dan  cuaca sangat menentukan berbagai aktivitas masyarakat termasuk dalam mengolah hasil pertanian. Minimnya informasi tersebut ke masyarakat membuat produksi petani rendah bahkan tidak jarang petani gagal panen.

Sekertaris Daerah M. Juaini Taofik didampingi Asisten bidang pemerintahan, Kepala BPBD, Kepala Bappeda dan penyuluh pertanian menerima kunjungan Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) Ririn Hayudiani bersama tim di ruang kerjanya. Kunjungan pada Selasa (9/5).

Kunjungan tersebut dalam rangka membahas pengembangan dan pemanfaatan Sistem Kesiapsiagaan Pertanian dan Bencana (SKPB) di lapangan.

Sekda mengungkapkan kurangnya informasi kaitannya dengan iklim dan cuaca cukup berdampak pada hasil produksi petani. Keberadaan SKPB ini dinilai akan sangat membantu petani meminimalisasi gagal panen, mengingat dalam SKPB informasi cuaca dan iklim hingga masa tanam bisa diperoleh petani.

Diterapkan di dua desa yaitu Seruni Mumbul dan Jurit selama beberapa bulan terakhir, aplikasi tersebut dinilai berhasil, “Desa Seruni Mumbul dan Jurit dikatakan sudah berhasil dalam pemanfaatan SKPB ini,” tutur Sekda. Karena itu ia berharap semua desa di Lombok Timur dapat memanfaatkannya sehingga memudahkan mengakses informasi iklim dan cuaca. Di sisi lain ia mengakui pentingnya seluruh wilayah ter-cover sinyal telekomunikasi yang menjadi tugas pemerintah. Ia menegaskan sekitar 80% desa sudah bisa mengakses signal 4G.

SKPB dibangun menggunakan teknologi prediksi iklim untuk curah hujan dan cuaca dengan akurasi tinggi, dilengkapi dukungan data satelit dan data lapangan untuk menghasilkan kalender tanam dan potensi bahaya bencana yang lebih aman dan terkontrol.

Aplikasi tersebut merupakan permodelan prediksi curah hujan untuk kepentingan pengembangan pertanian cerdas iklim dan membangun kesiapsiagaan petani terhadap risiko bencana yang bisa terjadi karena perubahan iklim. Mengingat pertanian rentan dengan iklim maka aplikasi tersebut seharusnya menjadi kebutuhan sehari-hari.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *