• December 9, 2022
  • Last Update December 9, 2022 9:50 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Rinjani Travel Mart IV Digelar Kembali Di Kaki Gunung Rinjani

Rinjani Travel Mart IV Digelar Kembali Di Kaki Gunung Rinjani

Lotim sergapye— Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) kembali menggelar Rinjani Travel Mart ke-IV di Sembalun pada 21-24 November 2022. setelah sebelumnya vakum selama dua tahun akibat gempa bumi melanda Lombok dan merebaknya COVID-19.

Rinjani Travel Mart (RTM) ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy dan didampingi oleh ketua DPRD Lotim, Kapolres Lotim, Kadispar Lotim dan Camat Sembalun.

Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy mengatakan ini salah satu ikhtiar memasyarakatkan lokasi-lokasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Banyak yang belum terungkap, banyak yang belum dipasarkan.

“Oleh karena itu, dengan kehadiran Travel Maret ini kita berharap semua wilayah Lotim yang 99 desa wisata itu bisa tercover. Bukan saja hanya Sembalun, tetapi tempat-tempat yang lain juga harus kita pasarkan,” ujarnya di Sembalun.

Sehingga lanjut Sukiman, kehadiran wisawatan manca negara mupun wisawatan nusantara ini dapat berkunjung ke Lombok Timur. Di wilayah tersebut, ada geliat perekonomian masyarakat tanpa dihadiri lokasi itu oleh para pengunjung siapa mau belanja dan siapa mau berinvestasi ketika mereka tidak tau bagaimana situasi dan kondisinya.

“Maka itulah kenapa ketua DPD ASITA NTB berkenan menunjuk Sembalun tempat diselenggarakan kegiatan ini. Ini patut kita syukuri dan kesempatan buat kita menunjukkan potensi yang dimiliki daerah kita (Lombok Timur),” kata Sukiman.

Orang nomor satu di Lotim ini mengakui, bahwa UMKM di Lotim belum terlalu masif. Sementara yang hadir pada kesempatan ini hanya sebagai sampel atau contoh saja.

“Contoh inilah yang jika kartu namanya itu diserahkan kepada buyer atu pembeli, tentu mereka menghubungi para pihak untuk menindak lanjuti apa yang mereka butuhkan,” ucapnya.

“Apakah dari aspek kerajinannya, prodaknya dan atau budayanya. Nanti kan berlanjut silaturahmi ini, secara tidak langsung menguntungkan kita semua,” imbuhnya.

Semntara itu Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan selama ini ASITA sebelumnya melakukan kegiatan Rinjani Travel Mart (RTM) ini di Senggigi dan Mataram.

“Tiap tahun, kita biasa selenggarakan kegiatan serupa di Mataram dan Senggigi saja, kali ini kita lakukan ditempat lain yakni di Lombok Timur,” ujarnya.

Ternyata animo dan antusias para buyer itu luar bisa mengikuti kegiatan tersbut, dimana merka bisa melihat gunung, perbukitan dan budaya di Sembalun.

“Nah ternyata pertama kali kita buat di Sembalun, animo para peserta luar biasa. Ternyata mereka disini bisa melihat gunung, bisa liat laut dan budaya sasak. Tadi pagi itu mereka berkunjung ke bale adat yang ada di Sembalun,” kata Umbu.

Umbu mengakui, kehadiran para buyer di Sembalun melebihi target dari yang ditentukan. Hal itu dikarenakan para buyer penasaran dengan Rinjani khususnya Sembalun. Meskipun menurutnya baru pertama kali diadakan di tempat itu.

“Alhamdulillah, ternyata sesuai dengan target kita itu terpenuhi. Kita minta kan 100 buyer, ternyata lebih dari itu. Mereka kan penasaran dengan Sembalun,” ujar Umbo.

Itu sebagai salah satu kesempatan untuk mempromosikan daerah Lombok Timur, khususnya Sembalun yang memiliki potensi yang luar bisa utuk dikembangkan.

Untuk itu ia berharap kedepannya tidak cukup dengan hari ini saja, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) akan tetap berkolaborasi untuk terus berkelanjutan mempromosikan potensi yang ada, bukan hanya sekali saja.

“Sehingga Lombok Timur khususnya, menjadi tujuan wisata yang utama. Artinya para wisatawan langsung berkunjung ke Lombok Timur tidak lagi mampir ditempat lain, seperti Senggigi, Mandalika dan yang lainnya,” harapnya.

Tentu semua itu, lanjut Umbu tugas pemerintah supaya akomodasi, pelayanannya dan tidak kalah pentingnya yang utama itu SDM masyarakatnya ditingkatkan.

“Rinjani itu pasarnya Australia, Singapore dan Malaysia untuk mendaki. Oleh karena pemerintah lewat BPPD lebih gencar lagi untuk promosinya, atau istilahnya jemput bola,” katanya.

Untuk diketahui, Rinjani Travel Mart ke-IV ini menghadirkan para buyer atau pembeli dari sejumlah negara seperti Saudiarabia, Australia, Malaysia, Singapura, dan India.

“Selain dari sejumlah daerah di Indonesia kecuali dari Aceh. Artinya dari 100 lebih itu 70 persen dari dalam negeri dan 30 persen dari luar negeri,” jelas Umbu.

Selain dari sejumelah negara pihaknya juga mengundang anggota ASITA se-Indonesia dengan tujuan memperlihatkan destinasi wisata di NTB, khususnya di Lombok Timur serta melakukan bisnis to bisnis (B to B).

Umbu mengatakan lebih lanjut, ini merupakan bentuk kontribusi ASITA dalam mempromosikan pariwisata di NTB, setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19.

Target dari kegiatan RTM kali ini, nantinya nilai transaksi yang diperoleh bisa lebih besar saat RTM ke-III yang digelar di Kota Mataram tahun 2018 yang jumlahnya mencapai Rp20 miliar lebih.

Target kita, nilai transaksinya bisa melebihi dari RTM ke-III, karena target kita bisa sampai Rp40-50 miliar,” tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *