• February 4, 2023
  • Last Update February 4, 2023 12:17 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Masyarakat Labuhan Lombok Geger, Mayat Penuh Belatung Ditemukan Keluarganya Dalam Rumah

Masyarakat Labuhan Lombok Geger, Mayat Penuh Belatung Ditemukan Keluarganya Dalam Rumah

Lotim sergapye–Innalilliwainna ilaihi rojiun, seorang mengalam Ganguan Jiwa (ODGJ) di Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur di temukan meninggal oleh keluarganya dengan posisi tubuh penuh dengan belatung hari ini, Rabu (21/20).

Kejadian tersebut dibenarkan pula oleh Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Osman.

“Menurut laporan yang didapatkan, korban teridentivikasi mengalami gangguan kejiwaan sudah 1 tahun lamanya,” ucapnya.

Adapun kronologis penemuan mayat korban diceritakan Nikolas, bermula pada pukul 12.00 WITA.

Saat itu keluarga korban yang hendak mengantarkan makanan mendatangi gubuk tempat tinggal korban.

Namun pada saat hendak memasuki rumah, keluarga korban mencium aroma busuk dari dalam kamar korban.

Pada saat di cek benar saja korban saat itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi tubuh sudah dipenuhi dengan belatung pada bagian Badan, tangan dan Wajah dengan posisi terlentang.

Selanjutnya keluarga korban yang menemukan korban langsung memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan dan menghubungi Petugas Kepolisian dan Pemerintah Desa.

Selanjutnya Pukul 14.15 WITA Tim Inafis Polres Lombok Timur di pimpin oleh Kaur Iden  Aipda Rohadi Asri dan 4 orang anggota tiba di Lokasi untuk kemudian melaksanakan TP TKP.

Selanjutnya Jenazah di evakuasi ke RSU Dr. Soedjono Selong Lombok Timur menggunakan Ambulance Puskesmas Labuhan Lombok untuk dilakukan  Pembersihan terhadap jenazah.

Menurut keterangan masyarakat sekitar mengatakan bahwa korban sudah mengidap gangguan jiwa/ODGJ selama 1 tahun terakhir sehingga selama ini tinggal sendiri di lokasi kejadian.

Dimana anak – anak korban tidak ada yang berani untuk mendekati dan menginap di lokasi karena khawatir akan mengalami kekerasan mengingat korban sering mengancam keluarganya untuk dipukul.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap korban selanjutnya korban dibawa ke RSU Dr. Soedjono Selong Untuk pembersihan jenazah.*

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *