• May 19, 2024
  • Last Update May 19, 2024 12:35 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Senang Berkunjung ke Lotim, Menko Marves Sebut Rumput Laut Proyek Strategis Nasional

Senang Berkunjung ke Lotim, Menko Marves Sebut Rumput Laut Proyek Strategis Nasional

Lotim  sergapye–Lombok Timur bagian Selatan Nusa Tenggara Barat memiliki potensi berskala nasional yang memiliki prospek untuk kebangkitan ekonomi nasional terutama dari sektor budidaya daya rumput laut dan pariwisata

Selain telah memiliki kampung lobster berskala nasional, rumput laut kedepannya menjadi primadona untuk dikembangkan di perairan Teluk Ekas, Pantai Serewe dan bentangan pantai lainnya. Rencana Presiden Jokowi Dodo akan datang ke lotim untuk melihat langsung potensi budidaya rumput laut tersebut, namun berhalangan dan digantikan Kemenko Marves, Luhut Binsar Penjahitan dan rombongan pemerintah pusat.

Penjabat (Pj.) Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik bersama Penjabat (Pj.) Gubernur NTB  Lalu Gita Ariadi menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan pada Kamis (29/2). Kunjungan tersebut guna menyaksikan secara langsung piloting budidaya rumput laut skala besar menggunakan mekanisasi dan teknologi sebagai bagian dari akselerisasi hilirisasi industri rumput laut nasional. Setiba Menko dan rombongan di Teluk Ekas, desa Ekas Buana kecamatan Jerowaru, mereka disambut Gendang Beleq.

Pj. Gubernur Lalu Gita Ariadi dalam kata penerimaannya berharap kunjungan Menko Marves membawa berkah dan kemajuan bagi NTB pada umumnya maupun Lombok Timur secara khusus, “Masyarakat NTB meyakini setiap kehadiran tamu tentu akan membawa rezeki dan rahmatnya masing-masing,” tuturnya. Ia pun memuji pencapaian yang telah dilakukan Menko Marves di NTB termasuk terbangunnya Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) Mandalika yang menghadirkan berbagai kemungkinan-kemungkinan baru bagi pengembangan dan kemajuan NTB.

Ia berharap penetapan Kawasan Ekas sebagai sentra blue economy menjadikan rumput laut primadona baru dan produk unggulan NTB. “Dengan industri yang akan dihadirkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTB,” pungkasnya.

Menko Marves yang mengaku senang dengan sambutan Pemerintah dan masyarakat mengingatkan agar menetapkan tujuan yang sama dan memacu pengembangan potensi rumput laut di daerah ini. Ditegaskannya  rumput laut ini merupakan proyek strategis nasional dan akan menimbulkan multiplier effect. ia meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dapat mengawal proyek ini melalui pengembangan industri hilirisasi sehingga proses budidaya lebih efektif dan efisien.

Pemerintah rencananya akan mengembangkan rumput laut di 1,5 juta hektar laut Indonesia, mengingat pengembangan dari komoditas tersebut, tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi termasuk untuk bahan bakar (biofeul). Untuk itu Pemerintah telah menjalin kesepahaman dengan sejumlah investor dari berbagai negara seperti India, Arab Saudi, hingga Uni Eropa.

Sebelumnya Menko Marves dan rombongan melakukan peninjauan area yang dikelola PT. Sea6 Farm dan menyaksikan demo peralatan budidaya, mesin tangler, pergerakan seacotex, kemudian melihat hasil panen sembari menemui para petani.

Hadir pada kegiatan tersebut Duta besar India, Duta besar Uni Emirat Arab, Bupati/Walikota se-NTB, Pj. Bupati Halmahera, Kepala BRIN, CEO Sea6 Energy, Forkopimda hingga jajaran OPD lingkup Kabupaten Lombok Timur. (Bayu)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *