• February 4, 2023
  • Last Update February 4, 2023 12:17 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Peresmian Kampus Bilingual Institut Islam Sunan Doe, Bupati Lotim ajak Mahasiswa Asah Kemampuan Berbahasa dan Berpikir

Peresmian Kampus Bilingual Institut Islam Sunan Doe, Bupati Lotim ajak Mahasiswa Asah Kemampuan Berbahasa dan Berpikir

Lotim sergapye— Manusia yang berkualitas dan berbobot banyak mengambil peran untuk bangsa dan negara. Maka, yang bisa dilakukan untuk menjangkau masa depan yang berkualitas, berbobot, dan berprestasi adalah melalui pendidikan, “Lebih khusus lagi pendidikan yang berkualitas itu diwarnai dengan kemampuan berbahasa dari seluruh civitas akademiknya,” ungkap Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy. Hal itu disampaikan sewaktu menghadiri peresmian Kampus Bilingual Institut Islam Sunan Doe, Kamis (13/10).

Dengan jumlah mahasiswa sebanyak 531 orang di seluruh angkatan, Bupati mengaku bangga karena para mahasiswa tersebut merupakan orang-orang yang berani menerima tantangan. Orang-orang seperti ini diyakini memiliki kualitas tertentu. Menurutnya orang yang tidak bisa dan tidak mau menerima tantangan akan tersingkir.

Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan terkait kampung Inggris di desa Tete Batu Selatan yang saat ini digandrungi oleh pelajar SMP. Setiap dua bulan mendidik para pelajar dengan tujuan agar mereka mahir berbahasa Inggris.

Ia berharap seluruh mahasiswa itu berani berbicara di muka umum, berani mengeluarkan pendapat, hingga membahas topik-topik berbobot dan berkualitas. “Teruslah berprestasi, asah kemampuan berbahasa dan berpikir. Sehingga kedepannya adek-adek ini tak perlu khawatir di mana mereka bekerja karena sudah memiliki skill tersebut,” ujarnya. Ia pun mencontohkan banyaknya orang-orang Indonesia yang keluar negeri dan mencari pekerjaan di sana.

Sementara itu Rektor Institut Islam Sunan Doe Bayu Islam Assasaki menyampaikan bahwa Lotim sudah memiliki sepuluh kampus baru yang sudah disokong lembaga-lembaga yang mumpuni dan mampu secara finansial maupun fasilitas. Hanya saja, ia menilai kampus-kampus yang ada di daerah ini belum memiliki identitas. Karena itu Institut yang dipimpinnya ini memilih mengidentifikasikan diri dengan kemampuan dua Bahasa, “sebagai kampus baru harus berani mengambil langkah bahwa kita punya identitas,” ujarnya.

Peresmian kampus ini ditandai pemotongan pita oleh Bupati yang didampingi ketua yayasan dan Rektor Sunan Doe.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *