• May 19, 2024
  • Last Update May 19, 2024 12:35 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Pentingnya Peran Camat dan Kades

Pentingnya Peran Camat dan Kades

Lotim Sergapye – Mengawali sambutannya dengan memastikan kehadiran camat dan kepala desa serta seluruh unsur yang diundang, Pj. Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini taofik menekankan pentingnya peran camat dan kades serta pendukung seperti KUA, pendamping, dan Puskesmas dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta stunting.

Secara khusus kepada kepala desa, Pj. Bupati sebelum membuka pertemuan pembentukan dan evaluasi jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting pada Rabu (20/12), memberikan penekanan pada implementasi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no.21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual.

Permenkes tersebut, jelasnya, dimaksudkan menjamin kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik. Karena itu ia meminta agar Kepala Desa, kader, dan kompenen terkait lainnya dapat mendorong ibu maupun calon ibu memeriksakan kesehatan dan kehamilannya di Polindes maupun Posyandu sebagai bagian dari skrining kesehatan mencegah stunting dan menurunkan AKI maupun AKB.

Sementara kepada kader dan pendamping ia meminta untuk mengoptimalkan berbagai sarana dan prasarana yang telah tersedia, termasuk pemanfaatan elektronik siap nikah dan hamil (elsimil).

Diharapkannya, usai kegiatan tersebut, camat, kepala desa, kepala Puskesmas, dan stakeholder lainnya dapat menyampaikan kepada masyarakat, sehingga ke depan masyarakat dapat memahami pentingnya skrining layak hamil, ANC, dan penangananan stunting dengan tujuan agar AKI, AKB dan dapat diturunkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Fathurrahman melaporkan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Lombok Timur masih  di bawah target nasional maupun provinsi.

Belum optimalnya penurunan AKI dan AKB disebabkan kondisi kesehatan ibu baru diketahui pada saat hamil. Sejatinya kesehatan calon ibu sudah harus dipersiapkan minimal sejak menjadi calon pengantin. Karena itu tidak hanya petugas kesehatan, dibutuhkan pula dukungan seluruh stakeholder terkait seperti kader, PLKB, desa, dan pihak lainnya.

Ia berharap adanya dukungan semua pihak dan stakeholder agar memberikan solusi dan inovasi sehingga angka kematian dapat menurun secara signifikan.

Kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan pengetahuan peran lintas sektor dan program dalam pelaksanaan sosialisasi skrining pelayanan hamil dan persalinan di fasilitas kesehatan. Di samping itu diharapkan pula dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor dan program serta meningkatkan capaian indikator program skrining layak hamil dan persalinan di fasilitas kesehatan.

Kegiatan yang bertempat di Pendopo Bupati itu diikuti 240 peserta dari 119 desa di Sembilan kecamatan yaitu Aikmel, Sambelia, Pringgasela, Jerowaru, Labuhan Haji, Masbagik, Wanasaba, dan Terara. Selain Camat dan kepala desa, dilibatkan pula Puskesmas serta KUA di masing-masing kecamatan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *