• May 19, 2024
  • Last Update May 19, 2024 12:35 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Membuat Perubahan Butuh Perjuangan

Membuat Perubahan Butuh Perjuangan

Lotim Sergapye Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur menggelar upacara  Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Kamis (2/5). Penjabat Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik bertindak sebagai inspektur upacara sementara bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Wahid Hasyim. Upacara bendera diawali dengan tari kreasi profil pelajar pancasila oleh gebyar siswa – siswi SD – SMP se – kab. Lotim. Upacara tersebut tidak hanya diikuti oleh insan pendidikan tetapi juga ASN, TNI dan Polri, serta organisasi wanita lingkup kabupaten Lombok Timur.

Penjabat Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik sewaktu membacakan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa lima tahun terakhir merupakan waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan Kemendikbudristek. Ia mengakui gerakan Merdeka Belajar memberikan kesadaran akan tantangan dan kesempatan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Ia menyebut lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan merdeka belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. Mengakui sudah berjalan menuju ke arah yang benar, merdeka belajar yang sudah dijalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan.

Ia pun mengakui bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar, namun perubahan sudah dapat dirasakan berkat langkah yang serempak dan serentak. Wajah baru pend?dikan dan kebudayaan Indonesia dibangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar.

Menteri Nadiem melihat saat ini anak-anak Indonesia sudah berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas.

Guru-guru pun berani mencoba hal-hal baru karena sudah mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Tak hanya itu, para mahasiswa sudah siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. “Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi,” katanya.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang sudah dilakukan oleh para guru dan berharap para penggerak perubahan tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.

Upacara tersebut dirangkaikan dengan pagelaran dramatisasi puisi yang berjudul “Kemana Anak-Anak Kita Itu” karya Emha Ainun Nadjib yang dibacakan oleh guru SMPN 1 Sukamulia, SMPN 1 Selong, SMPN 2 Selong serta didukung oleh penampilan anak-anak Teater SMPN 2 Selong.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *