Lotim Sergapye –
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi memperkuat sinergi dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi regional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumbawa Barat ke Kabupaten Lombok Timur yang mengusung tema “Memperkuat Kapasitas dan Sinergitas Antar Daerah”.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam sambutannya pada kegiatan yang berlangsung Kamis (30/7) tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan TPID Sumbawa Barat. Wabup Edwin menegaskan bahwa pengendalian inflasi saat ini tidak lagi bisa dibebankan kepada satu daerah atau instansi semata mengingat harga pangan dipengaruhi banyak faktor.
“Dinamika harga pangan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, hingga tantangan perubahan iklim. Karena itu, kolaborasi dan sinergi lintas daerah menjadi kunci utama yang sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Wabup.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara konsisten menerapkan strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, melalui berbagai program konkrit lintas sektor.
Berbagai program unggulan dalam upaya pengendalian inflasi di Lombok Timur telah berjalan dan dilaksanakan oleh berbagai OPD. Pada Dinas Pertanian berupa pengadaan bibit tanaman dalam polybag senilai Rp1,1 miliar untuk anggota PKK dan GOW, serta pembangunan greenhouse budidaya cabai/hortikultura senilai Rp1,5 miliar yang dikelola BUMD PD Agro Selaparang.
Sementara itu pada Dinas Sosial, di sektor Perlindungan Sosial juga dilakukan melalui penyaluran bantuan belanja sembako beranggaran Rp30 miliar. Program ini menyasar lebih dari 198 ribu rumah tangga dari desil 1–3. Selain itu terdapat pula bantuan tunai Rp3 miliar untuk guru ngaji, marbot, dan pengajar TPQ melalui Bagian Kesra Sekretariat Daerah.
