• May 19, 2024
  • Last Update May 19, 2024 12:35 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Lombok Timur Darurat Narkoba, Bandar Kendalikan Perdagangan Sabu dari Lapas

Lombok Timur Darurat Narkoba, Bandar Kendalikan Perdagangan Sabu dari Lapas

Lotim sergapye –Bahaya, Wilayah hukum Polres Lombok Timur Darurat Narkoba. Perdagangan bebas barang haram itu bukan isapan jempol, diduga sudah merambah ke segala penjuru, dari perkotaan hingga pelosok pedesaan

Pengakuan salah seorang tersangka narkoba inisial DH kepada petugas BNNP di Mataram, sungguh mengejutkan. Seorang narapidana yang berada dalam tahanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II Selong Lombok Timur sebagai otak pengendali peredaran dan perdagangan narkotika di Lombok Timur.

Terpidana ZA warga Aikmel Lombok Timur yang mendekam dan menjalankan hukuman, diduga mengendalikan 400 gram lebih narkoba jenis sabu. Bila hal ini benar maka mempertegas kecurigaan masyarakat terhadap masifnya peredaran narkotika di daerah ini.

Sejumlah masyarakat yang dihubungi media online sergapye menyesalkan kejadian ini. “Kita dipertontonkan dengan telanjang bulat begitu parahnya peredaran narkoba di pulau Lombok khususnya Kabupaten Lombok Timur,”ujar Deni warga Selong, Sabtu pagi (14/1).

Dikatakan terungkapnya narapidana warga binaan Lapas Selong mengendalikan narkoba dari jeruji tahanan, sebuah kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Bandar narkoba menerobos jantung pisat rehabilitasi (Lapas) yang mestinya bebas dari barang haram tersebut.

Ironisnya kasus ini dikaitkan dengan longgarnya pengawasan tahanan sampai ada dugaan main mata dengan oknum aparat. “Ini kasus luar biasa yang harus menjadi perhatian dan pengawasan semua pihak termasuk masyarakat,”sebutnya.

Dengan terbongkarnya kasus ini, mengindikasikan wilayah Lombok Timur sudah menjadi daerah  perdagangan bebas narkotika. Bisa aja pelakunya menyasar anak sekolah, buru,  swasta bahkan sekelas pejabat.

Bila rantai Perdagangan Narkoba ini tidak segera diputuskan maka beberapa tahun ke depan masyarakat terutama pemuda sebagai penerus bangsa akan rusak mentalnya bahkan bisa jadi pelaku utama kejahatan.

Seorang aktivis lainnya, Hendra menyatakan, tersangka Narkoba baik pengedar dan pemakai paling banyak ditangkap dan berasal dari Lombok Timur dibandingkan kabupaten/ kota lainnya di NTB.

“Saya sangat prihatin, semakin banyak pelaku narkoba dan diburu serta ditangkap, justru tidak mengendorkan semangat pelaku untuk bertobat. Sebaliknya jaringan narkoba makin kuat dibuktikan dengan dikendalikannya peredaran narkoba dari rumah tahanan.

“Kasus ini harus diungkap tuntas, siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum. Bila ada keterlibatan oknum aparat juga harus diproses sebagai bentuk keadilan hukum,”ungkapnya menambahkan.(smile)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *