• January 30, 2023
  • Last Update January 30, 2023 10:42 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Kecimol Beraksi Harus Sesuai Norma Masyarakat Sasak

Kecimol Beraksi Harus Sesuai Norma Masyarakat Sasak

Lotim sergapye–Salah satu kesenian yang masih melegenda di bumi Sasak terutama Kabupaten Lombok adalah kecimol. Hanya saja keberadaannya sering dikeluhkan saat mengiringi pengantin nyongkolan yang menggunakan jalur negara.

Mengusung tema “Melalui Festival Kecimol Kita Revitaliasi Tata Cara Berkecimol Sesuai dengan Standar Norma Masyarakat Sasak” seratus sekaha/grup kecimol mengikuti Festival Kecimol Tingkat Provinsi NTB tahun 2023 yang digelar di Lapangan Tugu Selong. Festival yang diinisiasi Asosiasi Kecimol/cilokaq Provinsi NTB (AK NTB) ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu 25 hingga 26 Januari. Festival ini dibuka Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy.

Bupati dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasi kepada AK NTB yang berhasil melaksanakan kegiatan ini dan mengumpulkan seratus sekaha, yang diakuinya bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi mengingat jumlah anggota setiap grup mencapai puluhan orang.

Selain mengucapkan selamat datang kepada sekaha yang berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Pulau Sumbawa, Bupati Sukiman juga menyampaikan terima kasih karena menurutnya kegiatan ini memberikan sentuhan kepada masyarakat Lombok Timur, tidak hanya secara sosial sebagai bentuk silaturahmi, melainkan juga secara ekonomi.

Bupati juga menyampaikan pandangannya terhadap kecimol yang diharapkan dapat berkembang sebagai kesenian yang tidak berbenturan dengan nilai religiusitas masyarakat Lombok. Festival ini, tegasnya, menjadi bagian dari upaya pembinaan yang dilakukan Pemda bersama asosiasi untuk mengeliminasi dan mendorong kecimol ke arah yang lebih baik.

Harapan Bupati Sukiman itu sejalan pula dengan target Ketua Umum DPP AK NTB Suhardi yang diungkap dalam laporannya. Ia menegaskan bahwa kecimol saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kecimol saat ini lebih mengedepankan nilai dan etika moral serta standar perilaku dan norma yang dimiliki masyarakat sasak. Ia memastikan kecimol menanggalkan kesan seronok, konsumsi miras, serta aspek-aspek negatif lainnya.(smile)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *