• October 23, 2026
  • Last Update October 22, 2026 11:11 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Bupati Lombok Timur Raih TPAKD Award 2026, Kalahkan Kabupaten se-Nusra, Maluku dan Papua

Bupati Lombok Timur Raih TPAKD Award 2026, Kalahkan Kabupaten se-Nusra, Maluku dan Papua

Jakarta Sergapye –

Kabupaten Lombok Timur mencatatkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan TPAKD Award 2026 sebagai TPAKD Terbaik tingkat Kabupaten untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Acara puncak itu dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran Dewan Komisioner OJK, menteri dan kepala lembaga, serta lebih dari 1.300 undangan yang terdiri dari gubernur, bupati/wali kota, pimpinan OJK daerah, dan pemangku kepentingan sektor keuangan.

Penetapan Lombok Timur sebagai pemenang didasarkan pada hasil penilaian dan rapat pleno Tim Penilai Utama TPAKD Award 2026 yang menilai kinerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong inklusi keuangan.

Rakornas TPAKD 2026 mengangkat tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”. Fokus utamanya adalah sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta penguatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses keuangan. Presiden menargetkan penyaluran kredit produktif hingga Rp400 triliun untuk petani, nelayan, dan masyarakat desa pada 2027.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyerahkan secara simbolis akad pembiayaan produktif periode Agustus–Oktober 2026 senilai Rp53,15 triliun dari 343 Lembaga Jasa Keuangan kepada 2.106.401 debitur, sekaligus meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengumumkan bahwa Lombok Timur sebagai juara pertama di wilayahnya akan memperoleh insentif fiskal daerah sebesar Rp3 miliar.

Bupati Haerul Warisin mengatakan penghargaan tersebut tidak lepas dari konsistensi program unggulan Lotim Berkembang (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga) yang telah berjalan sejak 2020. Hingga 2026, program ini telah menyalurkan kredit tanpa bunga senilai Rp170,74 miliar kepada 14.564 debitur yang terdiri dari peternak dan pelaku UMKM, dengan subsidi bunga sebesar Rp5,94 miliar.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan bank penyalur seperti BRI, BNI, BCA, dan Pegadaian, dengan tingkat kredit macet (NPL) yang sangat rendah yakni 1,03 persen. Kunci keberhasilan, menurut Bupati, adalah pendampingan dari hulu ke hilir yang dilakukan pemda bersama perbankan.

Selain itu, Pemkab Lotim juga mengembangkan program EPIKS (Ekosistem Pondok Pesantren Inklusi Keuangan Syariah) yang mendorong literasi keuangan syariah di lingkungan pesantren, mulai dari pembukaan rekening, layanan gadai, cicil emas, hingga tabungan emas.

Untuk inklusi keuangan pelajar, melalui program KEJAR (Satu Pelajar Satu Rekening), Lombok Timur berhasil membukukan 325.620 rekening pelajar dengan total tabungan mencapai Rp77,14 miliar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *