Lotim Sergapye –
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/5). Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik bertindak sebagai Inspektur upacara. Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati tersebut menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali sejarah berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Peristiwa bersejarah tersebut dinilai sebagai awal bangkitnya kesadaran berbangsa, saat kaum terpelajar pribumi mulai menyatukan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi guna melampaui sekat kedaerahan.
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid yang dibacakan Sekda menyebut bahwa peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut merepresentasikan komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga Ibu Pertiwi dan bergerak maju bersama melalui perlindungan terhadap generasi muda. Tema tersebut juga menekankan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat, di mana kemajuan bangsa ditentukan oleh keteguhan dan persatuan rakyatnya sendiri, bukan oleh bantuan pihak luar.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diimplementasikan melalui sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti program makan bergizi gratis, pemerataan akses pendidikan, dan sektor kesehatan. Melalui integrasi program-program tersebut, pemerintah optimis dapat membangun fondasi kedaulatan dan kesejahteraan yang kokoh bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ditambahkan pula bahwa Pemerintah tengah mengintegrasikan kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan ke dalam satu ekosistem kesejahteraan yang utuh. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah memperkuat sektor ekonomi masyarakat melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat perdesaan.
Melalui keberadaan koperasi ini, masyarakat desa kini mendapatkan akses yang lebih dekat terhadap berbagai kebutuhan pokok dan produktif, seperti penyaluran pupuk dan bantuan permodalan, fasilitasi distribusi hasil panen, penyediaan sembako dan obat-obatan dengan harga terjangkau, dan penyediaan layanan ekonomi dasar lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kemandirian desa secara signifikan, sehingga masyarakat setempat tidak lagi bergantung pada pihak luar dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.
Selain fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, pemerintah juga mengambil langkah tegas dalam melindungi generasi muda di ruang digital, yang ditandai dengan pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal sebagai PP TUNAS. Implementasi aturan tersebut, per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menerapkan kebijakan penundaan akses bagi anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial serta platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan protektif ini diambil guna memastikan anak-anak sebagai tunas bangsa hanya mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan aman bagi perkembangan serta tumbuh kembang mereka.
Peringatan Harkitnas 2026 ini menjadi panggilan penting bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan akademisi, praktisi, hingga generasi muda. Seluruh pihak diimbau untuk kembali menyalakan semangat perjuangan “Boedi Oetomo” di berbagai lini kehidupan.
Melalui momentum bersejarah ini pula, masyarakat diharapkan dapat bergerak bersama memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan berbangsa, meningkatkan literasi digital guna menghadapi tantangan zaman, dan memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama.
Terakhir, menteri meyakini bahwa Kebangkitan Nasional merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Pergerakan ini harus dimulai dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dengan tujuan akhir membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan di kancah dunia.
Upacara tersebut diikuti oleh OPD, Forkopimda, jajaran ASN dan pelajar.
