Lotim Sergapye –
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara resmi meluncurkan penyerahan bantuan paket sembako bagi masyarakat miskin ekstrem. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus dukungan terhadap TripleAgenda NTB Makmur Mendunia, salah satunya yaitu penurunan angka kemiskinan. Launchingbantuan ini dilaksanakan pada Rabu (17/12) di Aula Kantor Desa Pringgabaya Utara.
Sekertaris Daerah Muhammad Juaini Taofik yang mewakili Bupati Lombok Timur menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap program. “Apapun yang dilakukan oleh pemerintah harus transparan. Ini bukan maksud kita ingin disanjung, tapi semata-mata untuk melaksanakan asas keterbukaan informasi publik,” ujarnya.
Di tengah tantangan fiskal dan sosial yang dihadapi Lotim, berdasarkan data per Maret 2025, angka kemiskinan Lotim mencapai 13,35%, setara dengan 174 ribu jiwa. “Ini artinya, usaha kita di Lotim harus lebih berat dan pemerintahannya harus lebih kerja keras dibandingkan dengan daerah lain,” tegasnya.
Mengacu pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) per Oktober 2025, Sekda meminta kerja sama Camat dan Kepala Desa untuk memastikan bantuan sampai ke penerima.
Di akhir sambutan, Sekda mengingatkan masyarakat mengenai status siaga bencana di Lotim akibat cuaca ekstrem. Ia pun menegaskan komitmen Pemda Lotim untuk menyumbangkan bantuan melalui APBD kepada korban bencana di Sumatera. “Ikhtiar untuk menolak bala itu salah satunya ikut membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Mari tingkatkan kualitas ibadah kita,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur Hadi Fathurrahman menyampaikan bahwa jumlah paket yang akan diserahkan kepada masyarakat sejumlah 15.405 paket, yang masing-masing berisi komoditas pokok berupa: beras, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan.
Bantuan sembako ini akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat di 21 kecamatan. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH), dan ditujukan kepada 15.405 jiwa yang masuk kategori sangat miskin atau miskin ekstrem. Paket tersebut terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, dan mi instan.
Turut hadir Kepala Dinas Sosial Lotim, Camat Pringgabaya, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa se-Kecamatan Pringgabaya, DPD, serta perwakilan penerima bantuan.
