• November 30, 2025
  • Last Update November 30, 2025 1:50 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

kantor Perindustrian Lotim Ajarkan warga Cara Tingkatkan Mutu Olahan Ikan

kantor Perindustrian Lotim Ajarkan warga Cara Tingkatkan Mutu Olahan Ikan

Lotim Sergapye -Acara pendampingan teknis produksi, diversifikasi, dan sistem keamanan pangan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) olahan ikan di Kabupaten Lombok Timur resmi dibuka pada Senin (24/11). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Mewakili Bupati Lombok Timur, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur H. Haryadi Suranggana hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kementerian Perindustrian atas dipilihnya Lombok Timur sebagai salah satu dari dua daerah yang mendapatkan program pendampingan ini.

Kadis Perindustrian berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh demi meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha masinng-masing, “Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menambah wawasan, terutama dalam produksi dan keamanan pangan dari bahan ikan,” ujarnya.

Ketua tim kerja IKM Makanan Kemenperin RI Hajar Aswad, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 24 November dengan jumlah peserta sebanyak 40 pelaku IKM. Sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada 26–28 November, diikuti oleh 20 peserta terpilih yang telah melalui proses penyaringan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk olahan ikan melalui pemahaman terkait diversifikasi produk dan sistem keamanan pangan yang baik dan sesuai standar. Metode pendampingan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta praktik langsung.

Peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain perizinan berusaha, sistem keamanan pangan, teknik produksi, sanitasi dan higiene, pengendalian bahan baku dan penyimpanan, proses pengurusan izin edar dan sertifikat halal, kewirausahaan dan pembukuan, hingga diversifikasi pengolahan ikan.

Sementara itu, Plt Direktur Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian yang diwakili Ketua Tim Pengembangan IKM Makanan Kemenperin RI Indra Akbar Dilana, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi industri sesuai arahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Hilirisasi tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi perlu bergerak menuju sektor perindustrian sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemiskinan dan membuka serta memperluas lapangan kerja,” jelasnya. Ia juga menyoroti potensi besar sektor kelautan di Lombok Timur yang masih perlu dioptimalkan melalui peningkatan kualitas pengolahan hasil laut.

Pada tahap pertama ini, fokus pendampingan diberikan materi kewirausahaan, perizinan, dan pada tahap selanjutnya fokus pada pelatihan pengolahan ikan mentah menjadi filet.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *