• February 23, 2025
  • Last Update February 23, 2025 1:13 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Sebelum Difungsikan, Dilakukan Pengundian Nomor untuk Pedagang Pasar Tradisional Sembalun Lombok Timur

Sebelum Difungsikan, Dilakukan Pengundian Nomor untuk Pedagang Pasar Tradisional Sembalun Lombok Timur

Lotim sergapye–Setelah melakukan penantian cukup panjang,masyarakat Sembalun Lombok Timur yang berjualan di pasar tradisonal bisa tersenyum. Pasalnya pasar yang menelan biaya Rp. 2,5 miliar itu sudah bisa dimanfaatlan masyarakat.

Seperti diketahui Pasar Tradisional Sembalun dibangun 2020 lalu dibiayai menggunakan Dana Tugas Pembantuan (DTP) Kemendag RI.

Kepala Pasar (KAPAS) Sembalun, Winardi mengatakan,
“Alhamdulillah semua persiapan sudah kita rampungkan, hari ini pencabutan nomer lapak bagi para pedagang dengan cara di undi. Dan Insaya Allah hari Minngu (9/5) akan kita fungsikan”, katanya.

Menurut Winardi, pengundian nomer lapak tersebut dilakukan supaya para pedagang tidak rebutan tempat dan tidak ada intervensi dari orang lain. Ada pun pedagang yang tidak puas dengan pengundian tersebut, dikarenakan nomer lapaknya tidak didepan atau tidak beredekatan dengan temannya seperti biasa itu sudah lumerah terjadi.

“Suka tidak suka para pedagang harus menerimanya. Ini demi kerjasama dan kebaikan kita semua”, tegas Winardi.

Pasar teradisional ini akan dijadikan pasar percontohan di Sembalun bahkan di Lotim. Baik itu manejemen pengelolaan maupun pelayanannya, sehingga membuat para pengunjung dan pedagang merasa aman agar teransakai jual beli tetap lancar.

“Kita ingin , pasar kita ini menjadi pasar percontohan. Karena kita akan jadikan pasar harian buka 24 jam, bukan hanya pasar mingguan seperti sebelumnya. Mengingat Sembalun adalah desa wisata”, ujar Winardi.

Soal retribusi, Winardi mengaku belum dibicarakan dengan Pemda atau dinas terkait. Pasalnya hingga saat ini Pemda masih mengurus surat pengalihan hibah pasar teradisional Sembalun dari Kemendag RI ke Pemda Lotim, terkait drngan pengelolaannya.

“Untuk retribusi belum berani kita tentukan, karena masih terkendala dengan surat hibah. Intinya kita di intruksikan oleh pak Bupati untuk difungsikan dulu, sembari menunggu proses surat hibah itu. Sayang kan kalau tidak difungsikan”, ucapnya.

Sementara itu, H Suakrdi salah satu pedagang mengaku, kecewa pasalnya tidak sesuai dengan hasil kesepkatan mereka sewaktu rapat kordinasi di kantor Camat Sembalun belum lama ini antara pedagang dengan pengelola pasar.

Adapun hasil kesepakatanya waktu itu yakni, salah satu bangunan lapak atau los yang baru dibangun selain bangunan dari Kemendeg RI tersebut. Peruntukannya khusus untuk pedagang pakaian, namun kenyataannya saat ini lain tidak sesuai dengan kesepakatan.

“Alasan dari pengelola pasar, lokasinya tidak cukup untuk pedagang pakaian karena terlalu banyak. Itu sebabnya kita dipindah kebawah”, katanya.

Mestinya yang diutamakan itu, sambung Sukardi, pedagang-pedagang asli orang Sembalun itu dipilah dulu dengan pedagang dari luar Sembalun. Tentunya juga dengan cara pengundian nomer lapak, agar jelas posisi pedagang orang Sembalun dengan yang lain. (Ros)

“.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *