Lotim Sergapye –Ribuan botol minuman keras (miras) dan sabu seberat 268,03 gram dimusnahkan..Barang bukti hasil dilakukan Polres Lombok Timur, Rabu 2 Bobber 2020.
Rinciannya miras jenisb tuak sebanyak 700 botol dengan ukuran 1,5 Liter, berem 400 botol dengan ukuran 600 mili Liter, bir bintang 100 botol dengan ukuran 620 ml dan Narkotika jenis sabu dengan berat bersih 268,03 gram.
Pemusnahan barang bukti disaksikan pejabat yang mewakili, Dandim 1516 Lotim, Kejari Lotim, Kasat PolPP, Tokoh Agama dan Masyarakat dan sejumlah pimpinan instansi Lombok timur.
Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio , SIK, MH Mengatakn, acara pemusnahan BB dilakukan secara serentak dilakukan di seluruh jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), atas perintah Polda NTB, dalam menghadapi Pilkada serentak dan menghadapi oprasi lilin untuk pengamanan Natal dan tahun baru.
“Barang bukti ini adalah pelanggar Perda Pasal 2 dan pasal 3 Perda Lombok Timur No 8 tahun 2002 tentang larangan memperoduksi, mengedarkan dan mengkonsumsi miras,” ujarnya
Sedangkan Untuk perkara Narkotika pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat 2 UU Narkotika No. 35 tahun 2009 dan PASAL 112 ayat 2 UU Narkotika.
Semua barang bukti tersebut merupakan hasil razia sejak bulan Juni 2020 lalu. Sedangkan untuk narkotika sendiri merupakan hasil penangkapan dari kasus di Desa Pene, adapun untuk kasus narkotika yang lainnya saat ini masih dalam peroses penyidikan.
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Lotim, untuk perangi Narkoba dan menjauhi Miras. Polres Lotim sepakat bersama para Tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberantas Miras dan Narkotika Yang ada di Lotim.
Sementara itu, salah satu tokoh agama Lombok Timur, H. Ahmad Mansyur, mendukung penuh tindakan aparat kepolisian dan penegak hukum lainnya, untuk memberantas predaraan miras maupun Narkotika di Lotim, karena hal tersebut bisa merusak generasi muda bangsa hususnya di Lotim.
“Kami selaku tokoh agama di Lotim, merasa banggga kepada kapolres dan semua aparat atas apa yang dilakukan saat ini. Kegiatan kita ini untuk menjaga generasi muda kita dan saya harap jangan sampai disini, kejar sampai ke akar-akarnya. Karna ini bisa merusak generasi muda kita,” tegasnya.(Bayu)
