Lotim Sergapye – Potensi benur lobster di wilayah perairan Lombok Timur berimbas dengan penangkapan Menteri Perikanan dan Kelautan Edi Prabowo dan kawan kawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akibatnya, untuk sementara ekspor benur lobster yang dapat mengangkat peningkatan kesejahteraan nelayan dan pengepul benur dihentikan sementara oleh pemerintah.
Menanggapi hal itu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy mengaku perihatin dan menyayangkan kejadian tersebut. “Itu menjadi dilema , kenapa saya katakan dilema karena masyarakat kita sangat butuh benur lobster disaat nelayan mulai bersemangat melakukan budidaya lobster,”ujar Bupati saat dikerubuti media usai paripurna APBD 2021 di lantai tiga gedung DPRD, Senin 30 November 2020.
Menurut Bupati, karena kemampuan nelayan budidaya lobster sangat rendah untuk membeli bibit, karena dihargakan sama dengan harga yl ketika benur diekspor sebelum musibah di kementrian perikanan.
” Ada juga pengusaha budidaya lobster yang mengatakan alhamdulillah kami bisa beli bibit, tapi ada juga para eksportir ini mengatakan Subhanallah Masya Allah ya akibatnya mereka tertunda sementara eksportnya,“ ujar Sukiman.
Namun sebaliknya diklangan masyarakat pembudidaya, justru dia yang menjual bibit karena hasilnya cepat dan lebih instan. “Pembudidaya itu beda dengan penghasil bibit, kalau pun ada pembudidaya yang berperan sebagai penghasil bibit itu tidak seluruhnya,”tandasnya.(Bayu)
