Lotim sergapye–Innallillahi waonna ilaihi rojiun, untuk kesekian kalinya kawasan di kaki Gunung Rinjani terbakar. Giliran si jago merah mengamuk di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tepatnya di kawasan padang Savana Bukit Sebun Kedit dan Bukit Lawang, Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim). sekitar pukul 13.00 Wita Rabu 9 September 2020.
Api dengan cepat berkobar diperparah toleh cuca yang panas disertai angin kencang, sehingga dengan cepat menyambar semak belukar dan pepohonan kering. Menyebabkan kobaran api dalam waktu singkat membakar areal kawasan tersebut.

Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, TNGR Resort Sembalun dan dibantu warga langsung untuk melakukan pemadaman api. Proses pemadaman dilakukan secara manual, menggunakan ranting, karung gumi yang dibasahi air dan cangkul.
“Kita lakukan pemadaman dengan peralatan seadanya, dan berkordinasi dengan pihak TNGR. Kemudian langsung naik ke Lokasi”, Kata Kapolsek Sembalun IPTU Lalu Panca Warsa, kepada Sergapye.com di kantornya. Kamis (10/9).
Kebakaran pertama kali, diketahuai oleh Salah seorang anggota Polsek Sembalun, ia melihat kobaran api dan kepulan asap tebal membumbung tinggi ke udara.
“Anggota kami, melihat kepulan asap di lokasi sekitar pukul 13.15 Wita. Dan tanpa pikir panjang anggota langsung bergerak cepat”, imbuhnya.
Saat itu, katanya, cuaca begitu panas dan hembusan angin sangat kencang. Sehingga api hampir tidak bisa di padamkan dan nyaris salah satu anggota Polsek Sembalun jadi sasaran kobaran api. Kebakaran bisa dipadamkan sekitar pukul 16.00 Wita mesikipun menggunakan alat seadanya.
“Nyaris saja anggota saya terbakar, untung ia cepet lari saat itu, meski kamu sudah mengutamakan SOP,”sebut Panca Warsa.
Masyarakat dijimbau tidak membakar lahan miliknya terlebih pada musim kemarau, inibisa menjadi pemicu kebakaran hutan dan hukumannya pun sangat berat sesuai dengan undang-undang nomor 14 tahun 1991 tentang kehutanan dengan sanksi pidana yang berat.
Dilokasi kebakaran tersebut tim gabungan menrmuakannya dua warga, mereka juga diintrogasi petugas untuk memastikan apakah kebakaran tersebut disengaja atau tidak. Namun mereka tidak mengakui karena, mereka pun baru tiba dilokasi selang lima menit lebih dulu dari petugas.
“Tim gabungan juga menemukan pemilik lahan, setelah diintrogasi kedua warga itu mengaku tidak tau siapa yang membakar kawasan tersebut. Kerena keduanya berda dirumah pada saat kejadian, dan ia pun ditelpon oleh kakaknya disuruh datang kelokasi untuk memadam api agar tidak merembet ke kebunnya”, jelasnya.
Dalam pantauan media ini, empat kali terjadi kebkaran dalam kurun dua minggu terahir di tempat berbeda, yakni dua diantaranya milim warga dua lagi di dalam kawasan KPH Rinjani Timur dan kawasan TNGR. Makin rentannya kawasan Rinjani terbakar warga Sembalun meminta pemerintah dan dinas terkit, untuk pengdaan perlatan pemdam kebakaran khususnya dihutan agar api bisa segera diatasi. (ros).
