• May 19, 2026
  • Last Update May 19, 2026 11:12 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Layanan Kesehatan Dekat dengan Masyarakat

Layanan Kesehatan Dekat dengan Masyarakat

Lotim Sergapye –

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia yang mendalam atas selesainya pembangunan Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur. Kehadiran fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi babak baru mendekatkan layanan medis yang berkualitas bagi masyarakat di daerah ini. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan pada peresmian Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah, Ahad (17/5).

Mendikdasmen mengakui bahwa proses pendirian rumah sakit ini tidaklah mudah dan penuh dengan dinamika perjuangan.

“Saya tahu persis liku-liku dan perjuangan dalam mengikuti dinamika yang ada selama proses pembangunan ini. Dari jauh, saya selalu menyertai dan ikut mendoakannya. Jika kita sudah memiliki niat yang kuat, memang sulit untuk dihentikan, meskipun terkadang batas antara niat dan tekad itu sangat tipis,” ungkapnya.

Ia meyakini bahwa setiap niat baik yang dibarengi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaallah akan selalu menemukan jalan keluar.

Rencananya, peresmian operasional rumah sakit ini akan menjadi bagian dari kado istimewa pada puncak perayaan Milad ke-114 Muhammadiyah, yang akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Mendikdasmen yang merupakan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menegaskan kembali watak inklusif yang selama ini melekat pada Muhammadiyah. Ia kemudian mencontohkan bagaimana institusi pendidikan Muhammadiyah sangat terbuka bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang agama, termasuk menerima murid-murid beragama Kristen.

Saat ini, Muhammadiyah juga terus mengembangkan sebuah sistem penguatan internal, di mana elemen yang kuat secara ekonomi dan sumber daya akan menopang dan membantu elemen yang masih lemah. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun generasi bangsa yang sehat, kuat, dan hebat.

Dalam refleksi kesehatannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengambil analogi dari negara maju seperti Singapura. Sebuah negara yang minim sumber daya alam (SDA), namun mampu menjadi kaya raya dan memiliki sistem layanan kesehatan yang sangat modern karena keseriusan mereka dalam berinovasi dan menjaga negaranya. Ia menyebut Singapura sering mengkritik diri sendiri sebagai fine country (negara yang tertata dengan baik).

Kendati demikian, Ia menggarisbawahi bahwa membangun infrastruktur medis yang canggih barulah satu sisi. Sisi yang jauh lebih penting yakni membangun masyarakat dan budaya hidup sehat itu sendiri.

Lebih lanjut, Ia menyoroti fenomena kesehatan kontemporer saat ini, di mana ada tiga permasalahan medis yang mendominasi, yaitu gangguan kesehatan gigi, mata, dan telinga, di samping penyakit degeneratif seperti obesitas. Ia bahkan menyayangkan kondisi anak-anak zaman sekarang yang cenderung mager (malas gerak).

Oleh karena itu, fokus utama ke depan adalah membangun lingkungan alam yang sehat—yang mengusung prinsip aman, sehat, resik, dan indah (ASRI)—serta menanamkan budaya hidup sehat sejak dini.

Mendikdasmen berharap RS Muhammadiyah NTB tidak hanya sekadar menjadi tempat mengobati orang sakit, tetapi juga mampu proaktif menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses untuk datang ke rumah sakit. Di sinilah Muhammadiyah hadir sebagai pemberi solusi nyata bagi umat dan bangsa.

Menutup arahannya, Menteri menekankan bahwa kunci utama dari keberhasilan fasilitas ini terletak pada kualitas pelayanan. Pemerintah dan segenap pemangku kepentingan akan terus mengusahakan agar layanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat—baik dekat secara geografis maupun dekat secara sosial.

Sementara itu Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal secara terbuka mengekspresikan kedekatan emosional dan kekagumannya terhadap persyarikatan Muhammadiyah. Gubernur bahkan secara bangga mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.

Ia memaparkan sebuah fakta global mengenai karakter bangsa. Dirinya menyebutkan bahwa Indonesia diakui sebagai salah satu negara dengan jiwa kesukarelawanan dan kedermawanan tertinggi di dunia, yang kerap bersaing ketat dengan Turki di peringkat teratas.

“Di Indonesia, entitas yang paling kentara dan konkret menunjukkan jiwa kedermawanan itu adalah Muhammadiyah. Luar biasanya, warga Muhammadiyah itu kalau mau membangun sesuatu, sering kali modal utamanya cukup dimulai dengan niat yang tulus,” puji Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menaruh harapan besar agar RS Muhammadiyah yang baru ini dapat berkembang pesat dan membawa manfaat yang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat NTB, terutama di Lombok Timur. Ia juga berharap momentum tersebut akan memicu lahirnya rumah sakit-rumah sakit baru milik Muhammadiyah di wilayah lain di NTB seraya berpesan kepada jajaran manajemen dan seluruh warga Muhammadiyah agar senantiasa merawat Rumah Sakit tersebut dengan profesional.

Pada kesempatan yang sama Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menyampaikan salam takzim dari Bupati dan Wakil Bupati. Bagi masyarakat Lombok Timur, Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah ini menjadi pelengkap rumah sakit yang sudah ada.

Lebih lanjut, Sekda mengakui seluruh masyarakat lotim berbahagia dengan hadirnya Menteri untuk meresmikan rumah sakit tersebut.

Peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen. Turut hadir pada peresmian tersebut Ketua Umum Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) PP Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah NTB, Forkopimda, Kadikes Lotim, Direktur Utama Rumah Sakit se-Lotim, Pimpinan Wilayah Aisiyah NTB, dan warga Muhammadiyah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *