Selong sergapye–Bupati Lombok Timur Hm Hairul Warisan buka puasa bersama insan pers se Lombok Timur. Sekitar 80 wartawan dari berbagai media cetak, online dan pemilik media hadir pada acara penuh ke akraban .
Kegiatan buka puasa ramadhan 1447 H berlangsung di Pendopo Bupati Jumat sore (12/3). Kegiatan buka puasa bersama insan media menjadi sebuah tradisi tahunan yang digelar Pemkab Lombok Timur.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin dalam.kultim ramadhan mengatakan memiliki hubungan baik dengan semua wartawan, meskipun kadang pemerintah yang dijalankan sering dikritik wartawan.
“Saya sebenarnya takut ngomong dihadapan rekan rekan wartawan karena takut salah dan diberitakan tanpa disaring apa yang diucapkan,”kata Tuan Iron panggilan akrab bupati Lombok Timur.
Menurut bupati, sebagai kepala pemerintahan di daerah Gumi patuh karya diri nya tidak anti kritik sepanjang berita yang disampaikan berimbang. Kadang ada wartawan menyampaikan informas kurang pas, padahal yang kita lakukan sudah baik dan benar,”sesalnya m
Tuan Iron mengakui peran strategis wartawan dalam mengawal pembangunan daerah.
“Saya memiliki rasa takut sekaligus hormat yang tinggi kepada profesi wartawan. Menurutnya, pena jurnalis memiliki kekuatan besar untuk membentuk opini publik”ujarnya
Disebut kan hubungan baik antara pejabat dan jurnalis tidak boleh membungkam nalar kritis. Ia meminta agar kedekatan personal tidak menjadi penghalang bagi media untuk menyuarakan kebenaran
“Sebaik apa pun hubungan Anda dengan saya, ketika saya keliru, kritiklah! Jangan karena merasa keluarga atau teman dekat, lalu yang jelek dibela menjadi baik. Itu tidak adil,” tegas H. Iron di hadapan para awak media.
Ia menekankan bahwa keadilan nyata adalah berani menyampaikan kenyataan secara lurus. Jika program pemerintah hasilnya buruk, media wajib mengatakannya buruk agar menjadi bahan evaluasi. Begitu pun sebaliknya, jika prestasi diraih, harus diapresiasi sesuai fakta.
Sebagai contoh nyata pentingnya kritik media, Bupati H. Iron menyoroti persoalan infrastruktur di wilayah Lendang Nangka Utara. Ia menceritakan pengalamannya turun langsung mengecek proyek buatan jembatan putus yang hingga kini belum tuntas, padahal anggarannya mencapai ratusan juta rupiah.
“Seperti di Lendang Nangka Utara, ada proyek jembatan putus yang ‘mati suri’. Katanya dikerjakan provinsi, tapi sampai sekarang belum jadi. Hal-hal seperti ini yang harus dikritisi. Masyarakat perlu tahu siapa yang bertanggung jawab, apakah bupati atau pihak lain, agar semuanya terang benderang,” tambahnya.Meski meminta terus dikritik, Bupati H. Iron memberikan apresiasi kepada jurnalis di Lombok Timur yang selama setahun terakhir dinilainya telah bekerja berdasarkan fakta, bukan karena kebencian pribadi.
“Selama setahun saya bekerja, saya melihat teman-teman wartawan bergerak berdasarkan kenyataan. Inilah yang membantu pemerintah meluruskan informasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.Acara ditutup dengan pembacaan pantun oleh Bupati sebagai bentuk keakraban, sekaligus komitmen untuk terus menjaga sinergi yang sehat antara pemerintah dan media demi kemajuan Lombok Timur.*
