Lotim Sergapye –
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menghadiri pengajian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Az-zahra di Bilasundung, Masbagik pada Kamis (12/2).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan berbagai progres program pemerintah daerah, mulai dari keharmonisan kepemimpinan hingga penguatan infrastruktur sosial.
Saat ini pemerintah daerah Lombok Timur tengah fokus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dengan dua program unggulan, yakni Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sakra (SLTA) dan Lenek (SD).
Selain itu, dengan ditunjuknya Lombok Timur sebagai pilot project digitalisasi, Wabup Edwin menekankan pentingnya akurasi data kependudukan (KTP dan KK). Ia meminta kader dan masyarakat aktif mengecek status kependudukan di Dukcapil.
“Data yang akurat menentukan ketepatan sasaran bantuan sosial (bansos). Saat ini, penerima bansos difokuskan pada Desil 1 hingga Desil 5 berdasarkan tingkat kesejahteraan. Kami juga tengah membenahi ratusan ribu BPJS yang tidak aktif agar masyarakat kecil, termasuk pasien cuci darah, tetap mendapatkan hak kesehatannya,” tambahnya.
Sementara itu, pemerataan akses kesehatan di Lombok Timur terus dipacu, mulai dari pemanfaatan kembali gedung di Labuhan Haji sebagai Rumah Sehat Baznas, hingga target pengoperasian RS Masbagik pada Juli 2026 mendatang yang dibarengi dengan peningkatan fasilitas pendukung di RSUD Selong secara berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Wabup menginformasikan mengenai keberangkatan 1.401 jamaah haji asal Lombok Timur. Ia mengingatkan adanya aturan baru terkait pelunasan biaya haji yang kini dilakukan setelah pemeriksaan kesehatan demi kelancaran ibadah di tanah suci.
Sebelumnya dalam tausiyah yang disampaikan oleh Pimpinan MT. Az-Zahrah yang juga Ketua MUI Ust. Ishaq Abdul Ghani. Selain mengingatkan keutamaan Ramadan, Tuan Guru menekankan beberapa poin utama untuk diamalkan selama Ramadhan. Pertama, menjadikan Al-Qur’an sebagai benteng diri dan pemberi syafaat. Tuan Guru mendorong jamaah untuk mengkhatamkan Al-Qur’an secara khusyuk.
Kedua, Tuan Guru juga mengingatkan pentingnya menjaga shalat lima waktu berjamaah. “Fardhu itu lebih utama daripada sunnah. Jaga shalat berjamaah terlebih dahulu, baru kuatkan dengan tarawih dan tahajud,” pesannya.
Ketiga, Tuan Guru mengajak masyarakat untuk saling tolong-menolong dan bersedekah, bahkan meski hanya dengan sebiji kurma atau segelas air bagi mereka yang berbuka.
