Lotim Sergapye –
Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menyampaikan apresiasi atas antusias Kepala Desa dan Lurah yang manghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Wilayah Kabupaten Lombok Timur. Dijelaskan Sekda bahwa kegiatan yang berlangsung Kamis (22/1) di Ballroom Kantor Bupati tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi presiden (Inpres) no. 17 tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai pergudangan dan kelengkapan KDKMP. Kehadirian para kepala desa dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan yang ada, di mana kepatuhan tersebut merupakan salah satu pilar pelaksanaan kebijakan di samping sumber daya, komunikasi, dan struktur birokrasi.
Mengingat masih terdapat sejumlah persoalan terkait lahan, bahkan terdapat 14 desa yang sama sekali tidak memiliki potensi lahan untuk dibangun, Rakor ini diharapkan menghasilkan solusi. Sekda menegaskan agar mengoptimalkan potensi (lahan) desa yang dimiliki terlebih dahulu sebelum memanfaatkan lahan Kabupaten ataupun provinsi. Untuk itu pula Sekda membentuk desk yang akan menangani persoalan lahan tersebut.
Berdasarkan data Kodim 1615 Lombok Timur, sejumlah persoalan lahan yang menjadi kendala pembangunan gerai KDKMP di Lombok Timur saat ini adalah luas lahan yang tidak sesuai ketentuan (36 desa) lokasi yang tidak strategis (24), lokasi lahan di desa lain (14), hingga proses perizinan (8), tukar guling (15), hingga penimbunan (11), termasuk ada bangunan di atasnya (22).
Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf. Eky Anderson yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan agar pada Rakor ini kepala desa dapat memverifikasi kondisi lahan masing-masing sebelum dibahas di tiap desk yang telah ditetapkan. Setelah itu barulah akan dilakukan peninjauan lapangan.
Terdapat tiga desk yang dibentuk untuk mengurai kendala lahan ini, di mana masing-masing desk dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Kepala Bidang Aset BPKAD Lombok Timur.
