• February 13, 2026
  • Last Update February 13, 2026 9:28 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Tanam Cabai dan Bawang Merah di Pekarangan

Tanam Cabai dan Bawang Merah di Pekarangan

Lotim Sergapye –

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, menegaskan komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi, sebuah upaya yang telah membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan di tingkat regional. Hal itu disampaikannya saat membuka acara High Level Meeting (HLM) TPID Lombok Timur dalam rangka menghadapi Nataru Tahun 2025. Pada kegiatan yang ber langsung Jumat (12/12) itu, Bupati secara khusus memuji kolaborasi kuat dengan Bank Indonesia sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh elemen pemerintah daerah dalam menyukseskan program pengendalian inflasi.

“Tahun 2025 ini, alhamdulillah dengan kerja keras semua, Lombok Timur mampu mengendalikan inflasi dengan cara yang sangat baik,” ujarnya.

​Ia mencontohkan lonjakan harga yang biasanya terjadi pada hari-hari besar, terutama Idul Fitri, berhasil diredam berkat intervensi dan kolaborasi yang baik. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah memberikan bantuan sembako senilai Rp 40 miliar kepada 237 ribu KK  miskin dan miskin ekstrem.

​Bupati juga secara khusus berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) sebagai mitra kunci. Kerja sama solid tersebut terbukti membuahkan hasil membanggakan: Lotim menerima penghargaan TPID atas keberhasilan pengendalian harga, menempatkannya sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

​Mengidentifikasi bahwa inflasi di Lotim sering kali dipicu oleh kenaikan harga bawang merah dan cabai, Bupati menekankan peran serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai solusi. Bahkan, Bupati telah mengeluarkan instruksi pembentukan Tim Pemantau Pekarangan bagi seluruh ASN guna memastikan keberhasilan penanaman cabai dan bawang merah sebagai upaya penguatan ketahanan pangan mikro. Bupati juga mengingatkan Kepala Dinas yang gagal melaksanakan penanaman komoditas ini akan dikenakan sanksi.

Di samping itu, Bupati mengimbau agar memperkuat kolaborasi strategis antara Dinas Pertanian dengan Champion Cabai lokal untuk menjamin ketersediaan pasokan, khususnya saat terjadi lonjakan harga.

Bupati berharap langkah sukses di 2025 dapat dipertahankan. Ia mengingatkan bahwa tantangan di tahun 2026 akan lebih berat karena Lotim memiliki jumlah keluarga miskin dan miskin ekstrem terbanyak di Bali-Nusra, yang menuntut ketersediaan bahan pangan yang sangat besar.

​”Menjadi PR berat kita di tahun 2026. Ketersediaan dari barang-barang yang suka memicu dari inflasi ini harus tetap dipantau,” ujarnya.

​Sementara itu Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik yang juga Ketua TPID menyampaikan bahwa fokus utama menjelang Nataru adalah menjamin kelancaran distribusi.

​”Lotim adalah daerah perlintasan. Kita pastikan kelancaran distribusi terutama di jalan raya dan Pelabuhan Kayangan sehingga tidak ada keterlambatan menjelang Tahun Baru,” tegasnya.

​Sekda menyampaikan tiga langkah prioritas Nataru, seperti memastikan kelancaran distribusi terutama di Pelabuhan Kayangan, memastikan ketersediaan pasokan menjelang Nataru, dan memastikan Dinas Perdagangan dan tim tetap memantau pasar meskipun hari libur Nataru.

​Hadir pada acara tersebut Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Biro Ekonomi Provinsi NTB, Kepala OPD terkait, Staf Ahli, Camat Selong, Camat Labuhan Haji, dan Lurah lingkup kecamatan Selong.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *