• July 11, 2025
  • Last Update July 11, 2025 8:28 am
  • Nusa Tenggara Barat Indonesia

Eli Soemaini Butuh Bantuan, Penyakit Tumor Ganas Menutupi Wajah Gadis Malang Ini

Eli Soemaini Butuh Bantuan, Penyakit Tumor Ganas Menutupi Wajah Gadis Malang Ini

Sergapye—Aku tida mau dilahirkan dan hidup dalam kondsi tidak beruntung, tapi aku masih bisa bersyukur Allah menghidupkankan dan masih bisa bernapas sama layaknya orang normal lainnya. Tapi aku ingin bisa hidup normal, itu butuh bantuan tangan semua pihak untuk mengobati penyakitku.

Setidaknya ratapan itu hanya bisa diungkap dalam hati oleh seorang gadis belia Eli Saomaeni (23), Warga Kampung Sekar Anyar, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong Lombok Timur.
Tumor Kulit di wajanya sejak hendak masuk sekolah dasar membuat langkahnya terhalang seperti kebanyakan gadis lainnya.

Kondisi gadis tiga bersaudara dari pasangan Ibu Qoriatur Saomi dan Saripudin, sangat memprihatinkan. Rumah bdek ukuran 3 kali 3 meter persegi dengan satu ruangan sekaligus dapur yang di tempatinya.

Eli Soemaini lahir tahun 1999, dia seharusnya bisa ceria selayaknya anak gadis seusianya. Namun, tumor kulit yang di idapnya menutupi sebagian wajah cantiknya.

Menurut ibunya Qoriatur Saomi, putrinya mengidap tumor kulit sejak putrinya hendak masuk sekolah dasar. “Sejak kecil, mau masuk sekolah dasar dia mengidap penyakit ini,”tutur Ibu Qoriatur.

Dia sudah tiga kali membawa putrinya untuk mendapatkan penanganan medis (operasi red-) terakhir di tahun 2019. Hanya mengantongi kartu BPJS dan sedikit bantuan dari Baznas dirinya berangkat mengantarkan putrinya untuk di lakukan operasi di Bali waktu itu.

“Sampai sekarang tidak ada perubahan. Mau di lanjutkan tindakan operasi lagi tetapi terkendala covid – 19 ini dan biaya sehari hari di bali gak ada,”tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengaku sejak awal di berikan tindakan medis hanya hingga saat ini belum menerima bantuan baik itu untuk putrinya sendiri. Mengandalkan pendapatan suami, sehari harinya bekerja serambutan tak mampu membiayai putrinya.

Sedangkan Eli Saomaeni sendiri mengaku merasa lelah dengan tumor kulit selama puluhan tahun itu. Ia bermimpi ingin sembuh dari penyakit penyakitnya.

“Saya gak malu dengan penyakit saya ini, tetapi saya capek. Saya ingin sembuh total, supaya bisa hidup seperti gadis yang normal,”ucap Eli Saomaeni

Sementara Kepala Puskesmas Denggen bersama tenaga kesehatan melihat secara langsung kondisi keluarga ibu Qoriatur Saomi, merasa terharu dan memberikan sedikit bantuan.

Dr. Baiq Fibriana Prihatini, Puskesmas Denggen mengatakan, perkiraan awal saudari Eli mengidap tumor kulit. Tetapi perlu pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari kami, nanti akan mencoba membantu untuk di berikan tindakan atau pengobatan lanjutan,” ucapnya.

Dari penuturan keluarga lanjutnya, pernah di rencanakan kemoterapi tetapi tertunda karena beberapa pertimbangan dari keluarga.

Walaupun memiliki BPJS, Pihak keluarga mempertimbangkan biaya sehari hari di luar daerah ketika di tindak lanjuti. Seperti pada saat di lakukan operasi di Denpasar Bali, biaya kesana kemari dan sehari hari di sana membutuhkan biaya besar, itu yang di pertimbangan pihak keluarga.

“Tetapi jika pihak keluarga setuju, mungkin itu bisa di tindak lanjuti nanti, dengan cara mengirim surat ke rumah sakit, dan rumah sakit membantu menindak lanjuti lagi. Semoga saja bisa,”tambahnya.

Keluarga miskin ini berharap, ada yang memberikan bantuan kepada keluarga ibu Qoriatur Saomi untuk tambahan biaya.(rosidin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *